Bank Infrastruktur Asia akan Kucurkan Rp3,8 T untuk Mandalika

Pinjaman tersebut digelontorkan demi pengembangan infrastruktur di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika yang bergerak di sektor pariwisata.

Staf Khusus Menteri PPN Ekoputro Adijayanto mengatakan dana dari AIIB tersebut nantinya akan digunakan untuk menggarap infrastruktur, seperti; pengelolaan limbah, pembangkit listrik, maupun jalan raya.

Rencana pemanfaatan tersebut sudah disetujui AIIB Maret kemarin. Kepastian pembiayaan tersebut akan diputuskan September mendatang.

Eko mengatakan pinjaman dari AIIB penting bagi pengembangan KEK Mandalika.

"Pendanaan tersebut mengambil porsi 83,77 persen dari total kebutuhan pendanaan infrastruktur KEK Mandalika yang diperkirakan Rp4,5 triliun," katanya di Jakarta, Rabu (29/8).

Eko mengatakan selain AIIB, Mandalika sendiri juga mendapat komitmen pendanaan Rp1,2 triliun dari Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI).

Selain itu, agar pengembangan KEK Mandalika bisa cepat Pusat Pembiayaan Investasi Non Anggaran Pemerintah (PINA) tengah mencari sumber pembiayaan lain.

Salah satu yang dilirik, dana Rp13 triliun yang dipercayakan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) kepada PINA untuk proyek infrastruktur umat.

"Mandalika rencananya kan untuk wisata muslim, jadi kerja sama dengan BPKH akan dieksplorasi instrumen keuangan apa yang bisa digunakan untuk mendanai Mandalika," katanya.

Mandalika merupakan satu dari 12 KEK yang sudah ditetapkan pemerintah.

KEK dengan luas 1.175 hektare ini ditetapkan pemerintah sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 52 Tahun 2014.

Hingga akhir tahun kemarin, lahan KEK Mandalika baru digarap 250 hektare dengan komitmen investasi mencapai Rp13 triliun.

Let's block ads! (Why?)

Belum ada Komentar untuk "Bank Infrastruktur Asia akan Kucurkan Rp3,8 T untuk Mandalika"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel